Sunday, February 20, 2011

First Love Forever Love by Shu Yi




Jika saat itu aku punya keberanian, cinta kita pasti tak akan berakhir seperti ini. Jika saat itu kamu gigih, kisah kita pasti tak akan menjadi begini.


Cinta pertama telah menorehkan luka di hatiku. Menyisakan malam-malam penuh derai air mata, mengingatkanku selalu kepadamu, pada cinta kita …


Kita sering tak mengerti apakah yang dinamakan cinta. Dulu aku selalu berpikir cinta bisa melampaui segalanya. Saat itu aku tak tahu bahwa ternyata ada kekuatan lain yang disebut takdir … Kita tak bisa melakukan apa pun untuk mengubahnya dan hanya bisa menerimanya.


Novel indah yang berkisah tentang kenangan cinta pertama yang sangat romantis ini dipersembahkan kepada mereka yang meyakini kekuatan cinta.(less)






Judul: First Love Forever Love
Judul Asli: 曾有一个人爱我如生命 = Frist [i.e. First] love forever love / 舒仪著.
Penulis: Shu, Yi 舒仪.
Penerjemah: Pangesti Bernardus
Perancang Kover: Iggrafix
Jumlah Halaman: 548
Penerbit: (?)
ISBN: 9789790242050


Note asli:
Ru guo dang chu wo yong gan, jie ju shi bu shi bu yi yang. Ru guo dang shi ni jian chi, hui yi hui bu hui bu zhe yang.
如果当初我勇敢,结局是不是不一样。如果当时你坚持,回忆会不会不这样。


Terjemahan kasarnya:
Jika saja aku berani, hasilnya mungkin berbeda. Jika kau sunguh-sungguh waktu itu, kenangan ini mungkin berbeda. (ini terjemahan bener2 kasar...kalau ada yg bisa menuliskan lebih baik, dipersilahkan)












"Pernah ada seseorang yang mencintaiku dengan segenap jiwanya..."


Kita sering tak mengerti apakah yang dinamakan cinta. Dulu aku selalu berpikir cinta bisa melampaui segalanya. Saat itu aku tak tahu bahwa ternyata ada kekuatan lain yang disebut takdir ? Kita tak bisa melakukan apa pun untuk mengubahnya dan hanya bisa menerimanya.




Whoa, aku benar-benar tersentuh membaca novel karangan Shu Yi ini. Kisahnya begitu nyata, menggambarkan kerasnya kehidupan mafia dan bisnis gelap di Ukraina pada tahun sekitar 2005-an. Yang paling menarik dari novel ini adalah sisi romantisme nya yang digambarkan dalam nuansa suram dan -tak jarang- penuh darah.
Aku curiga kalau Shu Yi mengangkat cerita novel ini dari sebuah kisah nyata ( hehehehe...) Karena begitu membacanya, pembaca dapat melihat dari sudut pandang Zhao Mei ( gadis tokoh utama cerita ini )kesan yang mendalam, seolah-olah dia menceritakan hal yang benar-benar dialaminya.
Intinya, kalau sudah bicara tentang cinta, tai kucing pun berasa cokelat (*ngeri). Ini dialami oleh Zhao Mei, seorang gadis China asal Beijing yang menjadi mahasiswi di sebuah sekolah musik di Odessa, Ukraina. Kedua orang tuanya hidup pas-pasan sebagai guru di Beijing. Peng Wei-wei, teman semasa SMA-nya dulu, menolongnya dengan berbagi apartemen, Zhao Mei hanya membayar sedikit dari uang sewanya. Singkat cerita, Zhao Mei berkenalan dengan Sun Jiayu, seorang pengusaha kaya ( yang ternyata berbisnis penyelundupan barang ) yang tampan ( yang sekali lagi ternyata, mantan pacarnya Peng Wei-wei ). Nah lho, dari sini saja, buntut ceritanya sudah kelihatan rumit.
Zhao Mei gadis polos, ia rela menukar persahabatannya dengan Peng Wei-wei demi Sun Jiayu.
Bisa dibayangkan, Peng Wei-wei ngamuk-ngamuk.
Zhao Mei tahu, Jiayu seorang laki-laki yang tidak sudi terikat sebuah pernikahan. "Kau boleh bersama denganku selama kau mau, tapi kuingatkan, aku tidak pernah menikah..," kata Sun Jiayu suatu ketika. Hati Zhao Mei remuk redam, ia telah menemukan cinta pertama sekaligus cinta sejatinya, dan kini orang itu menggantung harapannya harapannya untuk menikah dengan orang yang ia cintai.
(hmmff... tarik nafas dulu)
Alhasil, suatu ketika Sun Jiayu ditangkap kepolisian Ukraina dengan tuduhan pembunuhan, dan bisnis penyelundupan barangnya terungkap. Zhao Mei mati-matian melakukan segalanya, segalanya, termasuk ketika ia harus melacur demi mendapatkan uang untuk membebaskan Sun Jiayu. Sun Jiayu yang mengetahui itu, harga dirinya seketika jatuh hancur berkeping-keping, ia menolak menemui Zhao Mei, dan dideportasi ke China. Zhao Mei sementara itu, mendapat beasiswa untuk meneruskan kuliahnya di Austria.
Dua tahun berlalu, Sun Jiayu meninggal karena kanker lambung. Di akhir cerita, Cheng Ruimin mengirimkan sebuah alkitab yang dititipkan Jiayu pada Zhao Mei sebelum meninggal. Di alkitab itu terselip sebuah foto Zhao Mei yang sedang bermain piano, tertawa lepas ke arah kamera. Di baliknya tertulis:
"Perempuanku, semoga engkau berbahagia selalu.."
sumpah, novel ini bikin haru banget. T___T


P.S : sampai sekarang aku tidak berhasil googling fotonya Shu Yi (kira-kira ini pengarang kaya gimana tampangnya, laki apa perempuan, gak tahu. hehehehe... )




gue sih cuma ngopy haha andai aja ini buku di buat film pasti gue tonton sumpah penasaran banget sama sun jiayu yang katanya ganteng pengwewei yang cantik andrei laki2 ukraine yang tampan qiu wei lao qian dll pengen ke ukraina pengen tau gimana disana, pengen ke acara april fool's day aaaaaaaaaaah ini novel buat gue kipikiran terus !

No comments:

Post a Comment